Sejarah GPIBT Jemaat Tiberias
Tim Penelusuran Sejarah GPIBT Jemaat Tiberias Kilo Meter 4 Kelurahan Sidoarjo membagi Sejarah perkembangan GPIBT Jemaat Tiberias menjadi 3 fase perkembangan yaitu: 1.
Jemaat Kilometer IV
GPIBT Jemaat Tiberias sebelumnya bernama Jemaat KM 4
Jemaat Karsiu - Karangetang Siau
Tiga Fase Perkembangan Jemaat
Perjalanan GPIBT Jemaat Tiberias dibagi menjadi tiga fase, masing-masing ditandai oleh tempat ibadah yang dipakai.
Ibadah di Gereja Pasir
Fase 1 tahun 1961 - 1970an saat ibadah di Gereja Pasir.
Ibadah di Gereja Lama
Fase 2 Tahun 1971 – 1980 saat Ibadah di Gereja Lama Jemaat Kilometer 4
Ibadah di Gereja Baru
Fase 3 Tahun 1980 sampai sekarang Ibadah di Gereja Baru/ Jemaat Tiberias
Jemaat yang bertumbuh di wilayah Toli Toli
GPIBT Jemaat Tiberias sebelumnya bernama Jemaat KM 4
Tahun 1965 GPIBT berdiri sendiri, lepas dari sinode GMIM. Dan Jemaat Tiberias yang saat itu bernama Jemaat Kilometer IV di Tolitoli termasuk 10 Jemaat mula mula di Sinode GPIBT.
Data resmi jemaat
- Nama
- GPIBT Jemaat Tiberias
- Nama Lama
- Jemaat Kilometer IV (KM 4)
- Nama Lakuan
- Jemaat Karsiu - Karangetang Siau
- Lokasi
- Kilo Meter 4, Kelurahan Sidoarjo
- Sinode
- GPIBT - berdiri sendiri sejak 1965
- Fase
- Tiga fase, 1961 sampai sekarang
- Periode
- Anggota 2025 - 2028
- Gedung
- Diresmikan 8 April 2012
Garis Waktu Sejarah Jemaat
Tonggak yang membentuk perjalanan GPIBT Jemaat Tiberias, dari migrasi pertama di Kolondom sampai peresmian gedung.
Gelombang pertama 40 KK masyarakat Siau bermigrasi ke Desa Kolondom.
Gelombang kedua 45 KK menyusul, memperbesar jumlah penduduk Kolondom.
Tujuh kepala keluarga menetap di pesisir Kilometer 4 dan membangun Gereja Pante.
GPIBT berdiri sendiri; Jemaat KM 4 termasuk 10 Jemaat mula-mula Sinode GPIBT.
Pondasi Gereja Lama dibangun di atas tanah yang telah dialokasikan.
Baptisan Kudus dilayani; nama Jemaat Kilometer 4 diubah menjadi Jemaat Tiberias.
Jemaat membeli sebidang tanah milik Bapak Adri Item untuk membangun gedung baru.
Gedung Gereja Jemaat Tiberias diresmikan oleh Pdt. P. Larenggang, S.Th.
Asal Mula Jemaat Tiberias
Fase 1 Tahun 1961 – 1970. Asal muasal jemaat
Sejarah asal-usul warga jemaat Tiberias Kilo Meter 4 tidak lepas dari sejarah penduduk Desa Kolondom. Masyarakat Kolondom berasal dari masyarakat Siau yang bertransmigrasi gelombang pertama tahun 1954 sebanyak 40 KK, dan gelombang kedua pada tahun 1955 sebanyak 45 KK.
Tahun 1961 terjadi peristiwa pemberontakan Permesta di bawah pimpinan bapak Hertok Mukasiang yang masuk ke Desa Kolondom dan membakar habis semua rumah penduduk. Hal ini membuat Sebagian penduduk Kolondom mengunsi menyelamatkan diri dan keluarga. Ada yang mengunsi ke desa Lantapan, dan Sebagian lagi di desa Doyan termasuk pesisir Pantai Kilo Meter 4. Namun ada hal yang menarik dalam kisah ini, menurut penuturan Nara Sumber (Ibu Alma ) ternyata bapak Hertok Mukasiang berasal dari suka Siau/Sanger dan awalnya memeluk agama Kristen, tetapi beliau di culik dan di jadikan tentara di Makasar. Sehingga saat pembakaran terjadi, sebelumnya sudah perintahkan anak buahnya untuk tidak membakar rumah saudara saudaranya orang Siau atau sebelumnya sudah di perintahkan untuk mengunsi dan menyelamatkan diri. Dan memang dalam kenyataannya tidak semua penduduk di Desa Kolondom yang mengunsi, tetapi ada juga yang tetap menetap di Desa Kolondom.
Sebagai orang-orang yang sudah mengenal Kristus, meskipun dalam pengunsian mereka tetap rindu untuk beribadah meskipun hanya beribadah secara sederhana atau bergabung dengan jemaat yang ada di Doyan. Besar harapan sesudah situasi aman mereka dapat Kembali ke Desa Kolondom yang mana di sana ada tanah tempat tinggal dan kebun mereka. Tetapi kembali terjadi pergolakan membuat mereka yang mengunsi di pesisir Pantai Kilo Meter 4 memutuskan untuk tinggal dan menetap disitu. Maka mulailah mereka mendirikan rumah tempat tinggal di pesisir Pantai kilo meter 4. Mereka terdiri dari 7 Kepala Keluarga yaitu:
7 Kepala Keluarga Pertama
- 1Kel. Bapak Permenas Dauhan dan Ibu Alma Lumiu
- 2Kel. Bapak Petrus Pontoh dan Ibu Keltji Dahar
- 3Kel. Bapak Yakila Takaredas dan Ibu Ripka Areros
- 4Kel. Bapak Zadrak Kakomole dan Ibu Floreksi David
- 5Kel. Bapak Yapet Dohanis dan Ibu Sartji Pontoh
- 6Kel. Bapak Oskar Kaangkung dan Ibu Lintje Pareda
- 7Kel. Bapak Martinus Bawotong dan Ibu Adolpina Tatengkeng
Setelah tinggal dan menetap di pesisir Pantai Kilo Meter 4, atas inisiatif bapak Permenas Dauhan mengajak ke 7 Kepala keluarga tersebut membangun sebuah Gedung gereja sederhana (terbuat dari pitate dan atap rumbiah)di sekitar tempat tinggal mereka. Yang biasanya mereka sebut Gereja Pante. Dan disepakati bapak Permenas Dauhan sebagai ketua Jemaat dan bapak Petrus Pontoh sebagai Wakil Ketua Jemaat.
Antara tahun 1961-1970 jemaat “Gereja Pante” yang ada di Pesisir Pantai Kilo Meter 4 ini mengalami perkembangan yang signifikan dengan kedatangan para transmigrasi asal Siau dan beberapa pendatang, sehingga dari 7 Kepala Keluarga, menjadi 16 Kepala Keluarga.
16 Kepala Keluarga adalah sebagai berikut:
- 1Kel. Petrus Pontoh Dahar
- 2Kel. Zadrak Kakomole David
- 3Kel. Olden Dohanis Bawotong
- 4Kel. Yus Manansang Takaredas
- 5Kel. Oskar Kaangkung Pareda
- 6Kel. Petrus Tatampil Lumikis
- 7Kel. Yapet Dohanis Pontoh
- 8Kel. Yakila Takaredas Areros
- 9Kel. Dones Tampilang Kanaling
- 10Kel. Thimotius Panyurat Bawotong
- 11Kel. Kalpin Kakomole Damima
- 12Kel. Arnold Pontoh Dauhan
- 13Kel. Marthen Gomes Sahempa
- 14Kel. Yosafat Sehempa Takalamingang
- 15Kel. Mesakh Megama Salindeho
- 16Kel. Permenas Dauhan
Pendeta yang melayani jemaat pada fase ini masih pendeta dari GMIM yaitu Pdt Pantulusang, pdt Sumangkud dan pdt Dompas yang saat itu melayani jemaat jemaat yang ada di Kab. Tolitoli.
Tahun 1965 GPIBT berdiri sendiri, lepas dari sinode GMIM. Dan Jemaat Tiberias yang saat itu bernama Jemaat Kilometer IV di Tolitoli termasuk 10 Jemaat mula mula di Sinode GPIBT.
Ibadah di Gereja Lama Jemaat Kilometer 4
Fase 2 Tahun 1971 – 1980saat Ibadah di Gereja Lama/ GPIBT Jemaat Kilometer 4
Sekitar tahun 1970-1971 jemaat tidak lagi bergereja di Gereja Pantai karena sudah tidak layak digunakan sebagai tempat beribadah disebabkan tanah Gedung gereja Pantai termasuk juga rumah jemaat sudah di makan ombak dan masuk air kalau air naik. Atas inisiatif ambo Adang Kasiro orang tua dari Bapak Cirat menawarkan kapleng tanah untuk tempat tinggal yang baru bagi 16 anggota keluarga ini termasuk di dalamnya tanah untuk pastori dan Gedung gereja.
Menunggu gedung gereja di bangun jemaat untuk sementara beribadah di rumahnya bapak Oscar Kaangkung. Tanggal 11 September 1970 pondasi gereja Lama di bangun.
Tahun 1979 ada Baptisan Kudus yang dilayani oleh Pdt Politton. Pada fase inilah atas inisiatif pendeta Carlos nama Jemaat Kilometer 4 diubah menjadi jemaat TIBERIAS. Jemaat Tiberias yang dulunya bernama jemaat Kilometer 4, oleh bapak Parmenas Dauhan pernah juga dikenal sebagai jemaat Karsiu yaitu singkatan dari jemaat Karangetang Siau.
Gereja Baru Jemaat Tiberias
Fase 3 Tahun 1980 sampai sekarang Ibadah di Gereja Baru/ GPIBT Jemaat Tiberias.
Jemaat Tiberias semakin berkembang sehingga dirasakan bahwa perlu untuk membangun Gedung gereja yang baru dan yang lebih besar. Untuk itu 1993 jemaat membeli sebidang tanah milik bapak Adri Item. Jemaat mulai membangun Gedung gereja yang baru.
Gedung Gereja Jemaat Tiberias di resmikan pada hari Minggu 8 April 2012 oleh bapak Pdt. P. Larenggang. S.Th sebagai ketua sinode GPIBT Buol Toli-toli.
Pendeta yang Pernah Melayani
Pendeta-pendeta yang pernah melayani di jemaat Tiberias.
Susunan Majelis Jemaat
DAFTAR NAMA ANGGOTA MAJELIS JEMAAT GPIBT TIBERIAS PERIODE 2025-2028
| NO | NAMA | JABATAN |
|---|---|---|
| 1. | Pdt. Sch. S. Tamin Tumatar, S.Th | Pendeta Jemaat & Ketua Jemaat |
| 2. | Pnt. Jeane Santi Soput | Wakil Ketua & Penatua kaum ibu |
| 3. | Pnt. Novita Ang | Sekretaris Jemaat & Penatua Kolom 1 |
| 4. | Pnt. Agustina Talanggai | Wakil sekretaris & Penatua Kolom 1 |
| 5. | Dkn. Rafli Soput | Bendahara & Diaken Kolom 1 |
| 6. | Pnt. Christian Kampong | Penatua Kaum Bapak |
| 7. | Pnt. Davy Item | Penatua Pemuda dan Remaja |
| 8. | Pnt. Kurnia Ningsih | Wakil Bendahara & Penatua Pelka Sekolah Minggu |
| 9. | Pnt. Elisabeth Pontoh | Penatua kolom 1 |
| 10. | Pnt. Gres Kekaseh | Penatua kolom 2 |
| 11. | Pnt.Hendrik Sumayow | Penatua Kolom 2 |
| 12 | Pnt. Khelvin Rampengan | Penatua Kolom 2 |
| 13 | Dkn. Theresya Kaangkung | Diaken Kolom 2 |
Potret Jemaat GPIBT Tiberias
Data Base Jemaat
Status Baptis dan Sidi
| Baptis | Belum Baptis | Sidi | Belum Sidi |
|---|---|---|---|
| 156 | 0 | 113 | 43 |
Kondisi Kawin
| Belum Menikah | Menikah | Janda | Duda |
|---|---|---|---|
| 62 | 74 | 13 | 7 |
Jenjang Pendidikan
Ijazah Terakhir
Pekerjaan Anggota
| Pekerjaan | Jumlah |
|---|---|
| Petani | 11 |
| IRT | 36 |
| PNS | 11 |
| TNI | 1 |
| Wiraswasta | 7 |
| Karyawan Swasta | 7 |
| Swasta | 2 |
| Nelayan | 7 |
| Security | 2 |
| Pelaut | 4 |
| Honorer | 2 |
| Cleaniservice | 2 |
| Sopir | 2 |
| Buruh | 3 |
| Polri | 1 |
| Pelajar | 29 |
| P3K | 1 |
Sumber: dokumen Sejarah dan Data Base Jemaat GPIBT Tiberias 2025 oleh Tim Penelusuran Sejarah GPIBT Jemaat Tiberias.
Sejarah panjang butuh peran panjang.
Hubungi sekretariat jemaat untuk informasi keanggotaan, jadwal persidangan, dan kebutuhan pelayanan.