BUOL / TOLITOLI — Menjawab tantangan era disrupsi teknologi serta pesatnya kebutuhan otomatisasi tata kelola organisasi keagamaan, Sinode Gereja Protestan Indonesia di Buol Toli-Toli (GPIBT) secara resmi menggelar Pelatihan Transformasi Digital. Langkah transformatif ini diselenggarakan atas kerja sama dan kolaborasi strategis bersama Sinode Am GPI (Gereja Protestan di Indonesia), yang sekaligus menjadi perwujudan nyata dari semangat oikumene dan persekutuan gerejawi dalam mendorong modernisasi sistem administrasi serta efisiensi pelayanan gerejawi berbasis teknologi informasi di wilayah Buol dan Toli-Toli.
Pelatihan yang dirancang secara komprehensif dan intensif ini menghadirkan dua figur kunci yang mengawal alur transfer pengetahuan. Bertindak selaku Konsultan perwakilan Sinode Am GPI (Gereja Protestan di Indonesia), Bapak Ellya Muskita memegang peran penuh dalam meletakkan arah kebijakan, kerangka kerja strategis, fondasi konsep digitalisasi, hingga mengarahkan jalannya seluruh materi pelatihan. Sementara itu, Bapak Elton Mokolensang selaku Fasilitator bertugas mendampingi, mengawasi, serta membantu para peserta secara langsung apabila menemui kendala teknis selama sesi simulasi dan praktik integrasi sistem berlangsung.
Mengingat arti penting dan krusialnya agenda ini bagi masa depan organisasi, pelatihan berlangsung dalam durasi waktu yang cukup panjang. Meski memakan waktu yang sangat lama, pendekatan intensif ini terbukti sangat efektif dalam membangun pemahaman yang mendalam dan menyeluruh bagi seluruh peserta mengenai konsep serta eksekusi transformasi digital di lingkungan GPIBT.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh panitia pelaksana tuan rumah, agenda ini diikuti oleh 17 peserta terpilih yang merepresentasikan pilar-pilar vital dalam struktur eksekutif dan operasional gereja. Komposisi peserta mencakup fungsional Pendeta, Penatua, hingga Staf Operasional Administrasi yang berhadapan langsung dengan tata kelola harian organisasi. Keterlibatan lintas unsur ini diproyeksikan agar proses migrasi sistem tradisional menuju ekosistem digital dapat berjalan selaras dari tingkat perencanaan hingga eksekusi di lapangan.
Kehadiran jajaran pimpinan puncak dari Badan Pekerja Harian (BPH) Sinode GPIBT secara utuh dan lengkap menjadi poin krusial dalam perhelatan ini. Seluruh pengambil keputusan tertinggi organisasi hadir secara langsung untuk mengawal sekaligus mengikuti tahapan pelatihan dari awal hingga akhir, mulai dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, hingga Bendahara Sinode GPIBT. Kehadiran penuh seluruh jajaran pimpinan BPH Sinode ini menegaskan bahwa agenda transformasi digital bukan sekadar program teknis berskala kecil, melainkan sebuah kebijakan strategis organisasi yang mendapat mandat penuh dari pimpinan tertinggi.
Sepanjang rangkaian pelatihan, para peserta tidak hanya dibekali wawasan teoritis, melainkan diajak merumuskan pilar-pilar utama digitalisasi tata kelola keorganisasian. Fokus pembekalan mencakup integrasi dan digitalisasi basis data kependudukan jemaat secara terpusat, otomatisasi efisiensi persuratan dan pelaporan keuangan yang transparan, hingga optimalisasi media komunikasi digital guna memperluas jangkauan warta pelayanan dan edukasi keumatan secara terpadu.
Melalui penguatan kapasitas ini, Sinode GPIBT optimistis mampu bertransformasi menjadi institusi yang lebih adaptif, akuntabel, dan responsif dalam menjawab dinamika zaman tanpa mengurangi hakikat nilai-nilai pelayanan keimanan. Rangkaian perhelatan ini resmi ditutup dengan penyusunan dokumen Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang terukur, yang akan segera dijadikan peta jalan teknis untuk diimplementasikan secara bertahap di seluruh lingkup pelayanan Sinode GPIBT.